“Home, is where your heart is.” – Paulo Coelho
Seorang perempuan berdiri berdesakan bersama para penjemput yang lain, sementara kertas bertuliskan sebuah nama dipegangnya erat dengan kedua tangan. Saya melihat ke sekitar, namun tidak menemukan nama yang familiar di situ. Tak ada papan bertuliskan “Selamat datang, Bapak Arif yang tampan.” maupun “Welcome to Balikpapan, Johnny Depp.” di situ. Entah saya yang tak jeli, atau mata saya yang masih belum terbiasa dengan remangnya malam setelah menempuh perjalanan udara selama dua jam dari Jakarta. Pandangan saya pun kembali kepada perempuan tersebut, membaca kata demi kata yang tertulis pada kertas yang dipegangnya.
“WELCOME HOME, MARJI“
Huft.
Kepergian saya ke Balikpapan kala itu, adalah merupakan rangkaian perjalanan saya mengunjungi Derawan, di mana saya memutuskan mengambil rute Jakarta – Balikpapan – Tarakan – Derawan – Tarakan – Balikpapan – Jakarta, dengan maksud mengunjungi pacar terlebih dahulu di Balikpapan, sebelum memboyongnya berlibur ke Derawan.
“Kamu mau makan di Kenari apa Dandito?” Tanya Hana setelah memasukkan kertas yang bertuliskan nama Johnny Depp tadi.
Sebelum berangkat, saya telah mencari sedikit informasi tentang Balikpapan. Dan saya pun mengetahui bahwa Balikpapan terkenal dengan masakan kepitingnya. “Umm, coba yang kamu belum pernah yuk.” Dan dua tempat yang paling terkenal adalah Kepiting Kenari dan Kepiting Dandito.
“Okay, berarti kita ke Kenari.” Serunya, sambil mengajak saya berjalan keluar bandara, menuju angkot yang mengarah ke kota. Di Balikpapan, tarif angkot jauh-dekat adalah 3.000 rupiah, dan serunya terkadang angkot bisa mengantarkan kita ke tempat yang seharusnya tidak dilalui rutenya. Jadi peraturan pertama ketika menggunakan angkot di Balikpapan adalah “Tanyakan dulu, apakah lewat ke tempat yang kita inginkan”.
“Kepiting Kenari, lewat Bang?” tanya Hana pada supir, bukan pada Johnny Depp.
Restoran Kepiting Kenari ini letaknya tak jauh dari bandara, dan hampir berseberangan dengan Restoran Kepiting Dandito. Namun jika dijelaskan dalam bentuk soal maka akan menjadi: Jika Bandara –> Dandito = 10 menit dan Bandara –> Kenari = 11 menit, maka siapakah nama pemilik Restoran Kepiting Kenari yang tutup pada malam itu?
Iya, malam itu Kepiting Kenari tutup, dan kami berjalan kaki menuju Dandito, sambil sesekali bergandengan tangan dan beradu pandangan.
Hangat.
***
Pagi yang cerah menemani langkah kami ke Lapangan Merdeka Balikpapan, esoknya. Kata Hana, di sanalah tempat warga Balikpapan beraktivitas di hari libur. Mulai dari berjalan-jalan, liburan keluarga, jogging, bermain sepeda, hingga seperti yang kami lakukan. Berpacaran Mencari sarapan.
Pilihan kami, jatuh kepada Soto Banjarmasin yang terletak di sudut lapangan. Merupakan perpaduan yang unik, sebab si penjual juga menyediakan es pisang ijo Makasar, selain seutas senyum manis di Balikpapan.
“Bu, itu Kuin artinya ratu bukan?” Tanya Hana ke si penjual. Read more


















